Selasa, 24 September 2013

Contoh : PROPOSAL LAPORAN KEGIATAN KKP (Desa Dawi-dawi Kec. Wonggeduku Kab. Konawe)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelaksanaan program Kuliah Kerja Profesi (KKP) ini merupakan penggantian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang pelaksanaannya sudah dianggap tidak sesuai untuk masa sekarang ini. Oleh karena itu hak perguruan tinggi khususnya Universitas Lakidende mencoba format baru dalam pelaksanaan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang dikenal dengan Kuliah Kerja Profesi (KKP).
Perubahan program ini tentunya dilandasi dengan alasan-alasan yang mendasar dimana program KKN yang sering dilakukan tidak relevan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan pembangunan, seiring dengan arus reformasi disegalabidang yang terjadi pada bangsa Indonesia dimana mengubah pembangunan nasional yang sentralistik ke suatu pembangunan yang bersifat desentralistik dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang merupakan modal kekuatan pembangunan daerah khususnya bidang pembangunan ekonomi kerakyatan secara keseluruhan, oleh karena itu dengan adanya program Kuliah Kerja Profesi (KKP) ditengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menjembatani segala hal yang menjadi permasalahan dimasyarakat dengan memberikan solusi yang terbaik.
Kuliah Kerja Profesi (KKP) merupakan salah satu bentuk alternative, dimana mahasiswa betul-betul dapat berperan dalam memperdayakan masyarakat dan mengembangkan diri secara optimal sesuai bidang keahliannya. Jadi mahasiswa dituntut untuk mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah dengan menekankan pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni untuk menjawab profesinya.
Secara implisit Kuliah Kerja Profesi (KKP) dapat dikatakan sebagai proses interaksi social yang bermuatan akademis antara mahasiswa dan masyarakat, bagi mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Profesi (KKP) ini tentunya dapat dijadikan sebagai moment yang sangat berharga mengingat dalam pelaksanaan KKP tersebut mahasiswa dituntut untuk tampil kedepan sebagai innovator maupun motivator bagi masyarakat didalam melaksanakan roda pembangunan, serta merupakan suatu proses komunikasi awal mahasiswa dengan masyarakat yang dilaksanakan secara terorganisir kelembagaan sehingga perlu penguasaan diri dalam arti memahami dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Profesi (KKP) tersebut.
Selain itu mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Profesi (KKP) juga sekaligus dapat melakukan penelitian dalam upaya penyelesaian skripsi sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dengan demikian, diharapkan Kuliah Kerja Profesi (KKP) dapat membantu mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian studinya.
1.2 Tujuan
KKP ini merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Prguruan Tinggi dimana guna menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, menguasai IPTEK sehingga dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Oleh karena itu, melalui Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang dilaksanakan di Desa Dawi-dawi Kec. Wonggeduku Kab. Konawe ini mempunyai tujuan sebagai berikut :
-          Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Konawe dan Sulawesi Tenggara pada umumnya.
-          Melatih mahasiswa agar dapat mengidentifikasi dan menangani berbagai permasalahan yang sesuai dengan bidang ilmu serta keahliannya masing-masing.
-          Meningkatkan koordinasi dan kemitraan antara Pengurus Tinggi Swasta, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan pembangunan.

1.3 Manfaat KKP
1.      Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi, merumuskan dan memecahkan masalah dalam menghadapi tantangan masa depan dengan berkaitan dengan profesinya.
2.      Meningkatkan penguasaan/pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mahasiswa sebelum menyelesaikan pendidikan di Universitas Lakidende.
3.      Terciptanya hubungan yang harmonis antara Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, masyarakat dengan perguruan tinggi dalam mengatasi berbagai masalah pembangunan.
4.      Terbentuknya sikap mahasiswa yang mandiri dan dapat beradaptasi dengan kehidupan nyata di masyarakat.
5.      Mempersingkat masa studi dengan mengintegrasikan kegiatan penelitian dengan KKP.

1.4 Ruang Lingkup
Dalam penyampaian laporan akhir kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP), memuat pembahasan tentang gambaran objektif lokasi pelaksanaan KKP yang kemudian dideskripsikan sebagaimana adanya pada Desa Dawi-dawi Kec. Wonggeduku Kab. Konawe.
Pelaksanaan program kerja ataupun kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama berada dilokasi adalah sebagai berikut :
a.       Kegiatan Utama
-          Pengarahan dan pembinaan mengenai sistem administrasi bidang pembukuan dan pelaporan.
-          Pengarahan dan pembinaan mengenai peningkatan kinerja masyarakat agar lebih produktif guna meningkatkan provabilitas desa.
b.      Kegiatan Penunjang
-          Pelaksaan Jum’at bersih.

1.5 Waktu dan Tempat
Kegiatan KKP Angkatan XIV Tahun 2012 Universitas Lakidende berlangsung kurang lebih 45 hari kerja, yaitu pengiriman mahasiswa KKP dimulai hari Senin, 12 November 2012 dan penarikan mahasiswa KKP pada hari Sabtu, 12 Januari 2013 yang mana berdasarkan penempatan yang telah ditetapkan oleh panitia pelaksana yaitu bertempat di Desa Dawi-dawi Kec. Wonggeduku Kab. Konawe.




BAB II
GAMBARAN UMUM DESA DAWI-DAWI
KECAMATAN WONGGEDUKU KABUPATEN KONAWE

2.1 Sejarah Singkat Desa Dawi-dawi Kecamatan Wonggeduku
Menurut Tetua Desa Dawi-dawi, Pada tahun 1987 Desa Dawi-dawi di rintis oleh Bapak Nuru yang pada saat itu desa tersebut belum definitive. Pada tahun 1995, Desa Dawi-dawi telah di tetapkan sebagai Desa definitif yang pada saat itu telah dipimpin oleh Kepala Desa terpilih yaitu Bapak Nuru selaku perintis desa Dawi-dawi pada tahun 1987-1995. Didalam masa kepemimpinan Bapak Nuru, ia mendapat musibah yaitu penyakit lumpuh yang pada saat itu sudah tidak diketahui lagi kapan akan membaik. Akhirnya masa kepemimpinan Bapak Nuru digantikan oleh anaknya yaitu Bapak Amrin, SE pada tahun 1996 yaitu untuk melanjutkan kepemimpinan Bapaknya. Pada tahun 1997, Bapak Amrin, SE digantikan oleh Bapak Sandega selaku kepala desa terpilih. Kemudian setelah masa kepemimpinan Bapak Sandega, pada tahun 2007 di adakan lagi pemilihan Kepala Desa yang pada saat itu terpilihlah Bapak Safey sebagai Kepala Desa Dawi-dawi sampai saat ini.
2.2 Luas Batas Wilayah
      -   Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Linonggasai, Duriaasi
      -   Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Puuduria
      -   Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Langgonawe
      -   Sebelah Barat berbatasan dengan kali Konaweeha, Kec. Puriala
2.3 Keadaan Demografi
      2.3.1 Jumlah Penduduk
               Jumlah penduduk desa Dawi-dawi pada saat ini mencapai ± 500 jiwa yang terdiri dari Laki-laki : 271 jiwa dan Perempuan : 235 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak : 154 KK.
      2.3.2 Sarana Pendidikan/Lembaga Sosial
               -   TK                        : -
               -   SD                         : 1
               -   SLTP                    : -
               -   SLTA                    : -
               -   MTs                      : -
      2.3.3 Tingkat Pendidikan Penduduk
               -   Tamat SD             : 78
               -   Tamat SLTP        : 44
               -   Tamat SLTA        : 23
               -   Sarjana Muda        : 4
               -   S1                          : 2
      2.3.4 Mata Pencaharian Penduduk
               -   PNS                       : 1
               -   Petani                   : 161
               -   Tukang                 : -
               -   Pedagang              : 14
               -   Buruh Tani           : 4
      2.3.5 Agama/Suku
               Penduduk Desa Dawi-dawi 100% memeluk agama Islam, yang terdiri dari beberapa suku bangsa dengan presentase sebagai berikut :
1.   Suku Tolaki          : 16 %
2.   Suku Bugis            : 34 %
3.   Suku Jawa             : 45 %
4.   Suku Tator           : 4 %
5.   Suku Bali               : 2 %

      2.3.6 Luas Wilayah Pertanian dan Perkebunan
               Luas Perkebunan                    : 60 Ha
               Luas Sawah                             : 215 Ha
               Luas Pertanian Lainnya         : -
               Luas Rawa                              : 9,50 Ha
               Luas Hutan                             : 105 Ha
               Luas Lahan Terlantar            : -
               Luas Lahan Ladang/Tegalan         : 50 Ha
               Padang Pengembalaan          : -
2.4 Bidang Kesehatan
         Kegiatan di Desa Dawi-dawi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hal ini disebabkan adanya kesadaran masyarakat tentang arti kesehatan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah Pelaksanaan Posyandu Setiap Bulan.
2.5 Bidang Keamanan
         Secara umum situasi dan kondisi keamanan di Desa Dawi-dawi dalam keadaan stabil dan terkendali ini dikarenakan kesadaran masyarakat memahami betapa pentingnya pembinaan persatuan dan kesatuan.
         Sebagai gambaran bahwa aparat keamanan di Desa Dawi-dawi terdiri dari :
-          Babinsa 1 orang
-          Babin Kamtibnas 2 orang
-          Anggota Hansip 12 orang
2.6 Bidang Kelembagaan
         Dari sekian banyak tugas-tugas Desa salah satunya adalah meningkatkan peran serta masyarakat untuk ikut berpartisipasi melaksanakan pembangunan, dengan kata lain mengupayakan mesyarakat menjadi sadar bahwa disamping objek juga sebagai subjek dari pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama  melalui lembaga-lembaga yang ada.
            Masyarakat telah menampakkan peran aktifnya terhadap pelaksanaan pembangunan beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
-          Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) merupakan mitra pemerintah Desa dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan pembangunan di Desa Dawi-dawi, dalam perencanaan Desa bersama-sama LPM melakukan perencanaan dan program kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Dawi-dawi.
-          Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) akan dilaporkan secara khusus.
-          Karang Taruna merupakan wadah kepemudaan untuk mendidik para pemuda dan pemudi untuk mendidik para pemuda dan pemudi untuk berusaha, berorganisasi dan membina persatuan dan kesatuan.
-          Majelis Ta’lim merupakan organisasi kemasyarakatan yang berfungsi untuk membangun mental spiritual khususnya Ibu-ibu.
2.7 Perangkat Organisasi Pemerintah Desa
         Dalam penyelenggaraan pemerintah Desa Dawi-dawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe senantiasa berpedoman pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa serta aturan pelaksanaan yang diikuti oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2000 dan Otonomi Daerah Nomor 50 Tahun 2000 dan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi Pemerintah Kabupaten Konawe.
         Adapun susunan Pemerintah Desa Dawi-dawi Kecamatan Wonggeduku terdiri dari :
1.      Kepala Desa
2.      Sekretaris Desa
3.      Kaur. Pemerintahan
4.      Kaur. Pembangunan
5.      Kaur. Umum
6.      Urusan Trantib
7.      Urusan Pamong Tani
8.      Kepala Dusun



BAB III
IDENTIFIKASI MASALAH
3.1 Sosial Budaya
Untuk kegiatan social budaya yang sedang dilaksanakan kelompok masyarakat Desa Dawi-dawi dengan tujuan membentuk kepribadian dan berakhlak mulia, melalui pembinaan kelompok Nampak mengalami perubahan, namun masih perlu mendapat dorongan dan pembinaan namun yang menjadi masalah adalah ketersediaan sarana dan prasarana yang belum optimal dan tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih lemah, sehingga diharapkan pembinaan kelompok masyarakat lebih diarahkan pada peningkatan professional dibidangnya masing-masing melalui kursus dan pelatihan agar dapat berdaya guna dan berhasil guna ditengah-tengah masyarakat, sehinga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat social masyarakat Desa Dawi-dawi.
3.2 Ekonomi
Sedangkan dibidang Ekonomi masyarakat Desa Dawi-dawi hampir pada umumnya ekonomi lemah kebawah, sehingga upaya-upaya untuk peningkatan ekonomi masyarakat masih diperlukan suntikan dana-dana segar yang bersifat hibah, atau dalam bentu lainnya. Untuk penguatan kegiatan ekonomi masyarakat seperti Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Penguatan Modal Koperasi Desa Dawi-dawi.
3.3 Fisik dan Prasarana
Untuk kegiatan fisik dan prasarana yang dirasakan sekarang ini adalah kondisi pembangunan perumahan yang masih kurang layak huni dan prasarana umum masyarakat dan pemerintah Desa Dawi-dawi yang masih perlu mendapat perhatian kita semua.




BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM
Berdasarkan peramsalahan yang dikemukakan diatas, maka penulis dapat mengemukakan beberapa pelaksanaan program sesuai dengan pengamatan selama berada dilokasi. Beberapa program yang dapat penulis laksanakan adalah sebagai berikut :
4.1 Bidang Sosial Budaya
Bersama-sama masyarakat dalam rangka mengadakan kegiatan bersih lingkungan/Bakti Sosial.
4.2 Bidang Ekonomi
Mengadakan penyuluhan tentang pemberdayaan masyarakat melalui manajemen pengembangan usaha.
4.3 Bidang Administrasi
ü  Berpartisipasi dalam pembenahan Struktur Organisasi di Desa Dawi-dawi
ü  Pengadaan Buku-buku administrasi desa
ü  Tata cara surat menyurat
ü  Pengelolaan kearsipan surat-surat
4.4 Bidang Peternakan
Pemeliharaan ternak dan perawatan kandang.




BAB V
FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR PENGHAMBAT
5.1 Faktor Pendukung
Adapun faktor yang menjjadi pendukung bagi kami selama pelaksanaan KKP di Desa Dawi-dawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe adalah sebagai berikut :
-          Aparat desa dan masyarakat mau menerima kehadiran mahasiswa KKP dengan rasa penuh kekeluargaan.
-          Terciptanya hubungan kerja sama yang baik antar pihak pemerintah desa, tokoh-tokoh masyarakat, karang taruna dan masyarakat itu sendiri dengan peserta KKP.
-          Adanya kemauan masyarakat untuk merubah kehidupan kearah yang lebih baik.
-          Adanya beberapa sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan.
5.2 Faktor Penghambat
Adapun yang menjadi faktor penghambat yang kami temui selama pelaksanaan KKP di Desa Dawi-dawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe adalah sebagai berikut :
-          Banyaknya kesibukan yang dihadapi oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya, sehingga terkadang sebagian besar masyarakat tidak mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilakukan peserta KKP.
-          Kurangnya dana yang tersedia baik dari pihak pemerintah desa maupun dari pihak swadaya masyarakat untuk mengadakan kebutuhan yang diperlukan dalam program pembangunan di Desa Dawi-dawi.
-          Pada umumnnya masyarakat kekurangan modal untuk mengembangkan usahanya.
-          Sulitnya masyarakat mengerti akan kinerja dari mahasiswa KKP karena waktu yang sempit.




BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Selama berlangsunngnya KKP di Desa Dawi-dawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe yang diwujudkan dalam berbagai program kerja, maka penulis dapat menyimpulkan hal sebagai berikut :
1.      KKP merupakan salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat, dimana mahasiswa berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan diri secara optimal untuk meningkatkan kemampuan diri dalam mewujudkan kreatifitas secara professional ditengah masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya.
2.      KKP sebagai salah satu mata kuliah yang sifatnya interdisiplin dan merupakan kegiatan ekstrakurikuler serta menjadi salah satu bentuk pendidikan dan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi serta menangani  berbagai permasalahan dengan menekankan pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni dalam menjawab tantangan profesinya ditengah masyarakat.
3.      KKP diharapkan mampu menjembatani setiap permasalahan yang terjadi ditengah masyarakat dengan pihak pemerintah atau instansi terkait agar mendapat perhatian sehingga masalah tersebut dapat terselesaikan dan teratasi.
6.2 Saran
Dari seluruh kegiatan yang telah penulis lakukan dilokasi KKP khususnya diwilayah Desa Dawi-dawi Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe maka penulis menyerahkan pihak yang mendukung keberhasilan program tersebut sebagai berikut :
1.      Diharapkan kepada pihak Desa untuk dapat menyelesaikan atau menyempurnakan berbagai kegiatan yang telah dirintis sebelumnya oleh Mahasiswa KKP Angkatan XIV Tahun 2012 Universitas Lakidende.
2.      Diharapkan kepada seluruh Aparat Desa Dawi-dawi untuk terus meningkatkan IPTEK.



 About me : @facebook



NB : sebagian isi teks ini tidak nyata kebenarannya  :-D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini